RISTEK DAN DIKTI UNTUK NASIR

Ketika Presiden Joko Widodo memanggil nama Prof. Dr. M. Nasir untuk menghadap di Istana Merdeka, sejumlah orang belum kenal betul siapa gerangan M. Nasir. Ia masuk istana bersama Hanif Dakhiri dan Marwan Ja'far dari PKB. Ternyata, nama itu kemudian dipercayakan untuk memimpin kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Muhammad Nasir pada 29 September lalu terpilih sebagai Rektor Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, untuk periode 2014-2018. Rencananya, Nasir baru akan dilantik pada 18 Desember 2014.
Sebelumnya terpilih sebagai rektor, Nasir adalah Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip untuk periode 2010-2014. Dia terpilih pada Selasa, 7 September 2010. Dia juga pernah menjabat Pembantu Rektor II di kampus yang sama.
Nasir menyelesaikan pendidikan S1-nya di Undip. Gelar magister diraihnya dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Gelar PhD dia kantongi dari University of Science Malaysia. Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 27 Juni 1960 itu dikenal memiliki jaringan luas. Dia juga dikenal dekat dengan mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Suara Nasir di Ormas Islam tak bisa diabaikan, khususnya dikalangan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.
Nasir terpilih sebagai rektor menggantikan Prof Sudharto P Hadi dengan menyisihkan tiga kandidat lainnya. Yaitu, Prof M. Syafruddin (FE), Prof. Lazarus Tri Setyawan (Fakultas Hukum), dan Prof. Purwanto (Magister Ilmu Lingkungan Undip)
Post a Comment